KabarMu — Masjid Al-Da’wah Geluran menerima kunjungan visitasi dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PDM Sidoarjo pada Selasa (22/9/2026) ba’da salat Isya. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan Masjid Muhammadiyah Award 2026, setelah Masjid Al-Da’wah Geluran ditetapkan sebagai salah satu masjid nominator.
Kunjungan dipimpin oleh Ketua LPCRPM PDM Sidoarjo, Ustadz Nur Chasar Bashri, bersama tujuh anggota tim visitasi. Kehadiran tim disambut oleh jajaran takmir dan pengurus Masjid Al-Da’wah Geluran yang berada di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Geluran, PCM Sepanjang.
Sebagai salah satu nominator, Masjid Al-Da’wah Geluran menyambut visitasi ini sebagai kesempatan untuk berbagi perjalanan, ikhtiar, sekaligus berbagai inisiatif yang selama ini dikembangkan bersama jamaah dan masyarakat.
Dalam proses visitasi, tim melakukan penggalian informasi dan melihat secara langsung berbagai aspek pengelolaan masjid. Penilaian mencakup tata kelola organisasi, administrasi dan sarana prasarana, aktivitas ibadah dan dakwah, kaderisasi dan keanggotaan, pelayanan sosial dan masyarakat, pengelolaan AUM/LAZISMU, media informasi, pemberdayaan ekonomi, serta kualitas, kenyamanan, keamanan, dan kebermanfaatan masjid bagi jamaah dan masyarakat.
Mewakili Takmir Masjid Al-Da’wah Geluran, Bagus Setiawan memaparkan perjalanan dan sejumlah inisiatif yang dikembangkan masjid dengan semangat “Masjid Kolaborasi”.
“Bagi kami, masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga rumah besar umat. Karena itu, kami berusaha membuka ruang seluas-luasnya bagi jamaah, warga dan berbagai pihak untuk berkolaborasi menghadirkan kebaikan dan kemanfaatan,” ungkap Bagus Setiawan.
Semangat kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, pemberdayaan, hingga penguatan peran masjid sebagai ruang bersama bagi umat. Berbagai program diupayakan untuk tumbuh dari kebutuhan jamaah dan dilaksanakan dengan melibatkan sebanyak mungkin unsur yang dapat memberikan manfaat.
Menurut Bagus, proses visitasi juga menjadi kesempatan bagi Masjid Al-Da’wah Geluran untuk melakukan evaluasi dan melihat kembali perjalanan yang telah dilalui.
“Visitasi ini bukan hanya tentang dinilai, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar. Kami bisa melihat kembali apa yang sudah berjalan, apa yang masih perlu diperbaiki, dan bagaimana masjid ke depan bisa semakin bermanfaat bagi jamaah dan masyarakat,” tambahnya.

Masjid Al-Da’wah Geluran menyadari bahwa membangun masjid yang hidup dan memberi manfaat bukanlah pekerjaan yang selesai dalam satu program atau satu momentum. Karena itu, takmir bersama seluruh elemen jamaah akan terus berusaha menghadirkan pelayanan, kegiatan, dan ruang kolaborasi yang semakin baik.
Bagi Masjid Al-Da’wah Geluran, Masjid Muhammadiyah Award 2026 bukan semata-mata tentang hasil penilaian, tetapi juga tentang proses belajar, evaluasi, dan memperkuat semangat untuk terus menghadirkan kemanfaatan.
“Apa pun hasilnya nanti, yang paling penting bagi kami adalah terus bertumbuh. Penghargaan boleh menjadi apresiasi, tetapi kebermanfaatan masjid bagi jamaah dan masyarakat adalah tujuan yang ingin terus kami jaga,” pungkas Bagus.
Semoga proses visitasi ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk semakin menghidupkan masjid dan memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pelayanan, pemberdayaan, dan kolaborasi umat.


