KabarMu — LPCRPM PDM Sidoarjo menginisiasi kegiatan berbagi pengalaman dan penguatan materi presentasi Ranting dan Masjid Muhammadiyah Award 2026 di Masjid Al-Dakwah Geluran, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Mashuri dari PRM Wage, salah satu penerima apresiasi Best of the Best Ranting dalam CRM Award 2025, untuk berbagi pengalaman dan kiat mengembangkan ranting serta masjid unggulan.
Pengalaman PRM Wage menjadi salah satu pembelajaran penting dalam kegiatan tersebut. Melalui capaian yang telah diraih, Mashuri berbagi perspektif tentang pentingnya pengelolaan gerakan yang terarah, penguatan data, serta kemampuan menunjukkan dampak nyata program bagi jamaah dan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari dua nominator asal PDM Sidoarjo yang berhasil melaju ke tingkat wilayah, yakni Masjid Al-Dakwah Geluran dan Masjid Al-Amin Ngampelsari. Pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan penguatan materi presentasi sebagai bekal menghadapi tahapan selanjutnya dalam ajang apresiasi Muhammadiyah tingkat Jawa Timur.

Dalam sesi berbagi, Mashuri menekankan bahwa materi presentasi perlu disusun secara sistematis dengan menampilkan capaian utama, didukung data yang relevan, serta dilengkapi gambaran manfaat program. Data tidak cukup hanya ditampilkan sebagai angka, tetapi perlu menjelaskan perkembangan gerakan, keterlibatan jamaah, kaderisasi, dan kontribusi bagi masyarakat.
“Keunggulan ranting dan masjid tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Data yang kuat membantu kita menunjukkan kontribusi dan perkembangan gerakan secara lebih jelas,” ujar Mashuri.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih capaian utama yang ingin ditonjolkan, kemudian memperkuatnya dengan bukti dan penjelasan program. Program rutin, kegiatan momentum, hingga inovasi kreatif perlu disusun untuk memperlihatkan kesinambungan gerakan Muhammadiyah.
Baca Juga: Masjid Al-Dakwah Geluran Raih Juara 1 Masjid Muhammadiyah Award 2026 PDM Sidoarjo
Ketua Takmir Masjid Al-Dakwah Geluran, Hasnan Rizal, menyambut kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus mengevaluasi pengembangan masjid.
“Bagi kami, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat langkah ke depan. Masjid unggulan bukan hanya tentang banyaknya program, tetapi bagaimana masjid mampu merawat jamaah, menggerakkan kader, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Hasnan.
Menurutnya, pengembangan masjid membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari takmir, ranting Muhammadiyah, organisasi otonom, jamaah, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun masjid yang aktif dan mampu menjawab kebutuhan umat.
Semangat itu sejalan dengan arah pengembangan Masjid Al-Dakwah Geluran sebagai Masjid Kolaborasi 1000 Kebaikan. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk mempererat ukhuwah, mengembangkan potensi jamaah, menggerakkan kepedulian sosial, dan memperluas manfaat dakwah.
Melalui kegiatan ini, persiapan menuju tahapan apresiasi di tingkat wilayah diharapkan semakin matang. Lebih dari sekadar meraih penghargaan, proses tersebut menjadi momentum bagi ranting dan masjid untuk memperkuat tata kelola, mendokumentasikan capaian, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan dakwah kepada masyarakat.



