Di tahun-tahun sebelumnya, menjelang Idul Adha, tim qurban PRM Geluran kerap menghadapi tantangan dalam menggerakkan minat jamaah untuk berqurban. Partisipasi biasanya baru meningkat di akhir waktu, bahkan belum selalu mencapai target yang diharapkan. Dalam beberapa tahun terakhir, capaian qurban rata-rata berada di kisaran 7–8 sapi kolektif.
Namun di tahun ini, situasinya berubah.
Memasuki H-1 bulan Idul Adha 2026, Panitia Qurban PRM Geluran dan jamaah mencatat capaian yang cukup signifikan. Hingga 26 April 2026, telah terkumpul 13 sapi kolektif, dengan skema 1 sapi untuk 7 orang.
Saat ini, untuk sapi ke-13 masih tersisa 2 kuota peserta, membuka peluang bagi jamaah yang ingin segera bergabung.
Menariknya, capaian ini memberikan satu pelajaran penting. Banyaknya panitia, besarnya jumlah jamaah, hingga kondisi sosial ekonomi yang beragam, tidak selalu menjamin optimalnya pelaksanaan qurban di suatu lingkungan. Tanpa strategi, layanan, dan pengelolaan yang tepat, potensi besar bisa saja tidak berujung pada partisipasi nyata.

Di sinilah PRM Geluran mencoba mengambil pendekatan yang lebih terarah, dengan menyiapkan lima kunci penting dalam pengelolaan dan pelaksanaan qurban tahun ini.
1. Tabungan Qurban Dibuka Lebih Awal
Panitia tidak menunggu momentum mendekati Idul Adha, tetapi memulai sejak tahun sebelumnya dengan membuka program tabungan qurban. Skema ini membantu jamaah membangun niat sejak dini sekaligus mencicil secara ringan dan terencana. Komunikasi berkala juga dilakukan untuk menjaga komitmen, sehingga jamaah tetap terjaga hingga waktu pelaksanaan.
2. Layanan Prima & Respons Cepat
Alur pendaftaran dibuat sederhana dan tidak berbelit. Pembayaran dibuat fleksibel, dan setiap konfirmasi dilakukan dengan cepat. Informasi kuota disampaikan secara berkala dan transparan, sehingga jamaah merasa yakin dan tidak ragu dalam mengambil keputusan.
3. Panitia Profesional & Terus Berbenah
Panitia menjadikan evaluasi tahun sebelumnya sebagai pijakan utama. Kendala teknis, distribusi, hingga komunikasi diperbaiki secara bertahap. Pembagian tugas diperjelas dan koordinasi diperkuat, sehingga pelaksanaan tahun ini lebih rapi dan terukur.
Selain itu, panitia juga mulai memperkuat aspek kualitas SDM melalui pengkaderan Juru Sembelih Halal Muhammadiyah (JurushMu). Upaya ini dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat, lebih tertib, serta memenuhi standar kebersihan dan ketepatan teknis. Dengan adanya kader yang terlatih, pelaksanaan qurban tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga lebih profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Kreativitas Promosi & Digitalisasi Layanan
Panitia tidak hanya mengandalkan pengumuman konvensional, tetapi juga memanfaatkan media digital seperti WhatsApp, poster visual, dan update berkala untuk menjaga awareness jamaah. Penyampaian pesan dibuat lebih sederhana, jelas, dan tepat sasaran. Di sisi lain, layanan juga mulai didigitalisasi—mulai dari pendaftaran, konfirmasi pembayaran, hingga update kuota—sehingga proses menjadi lebih cepat, tercatat, dan mudah diakses oleh jamaah.
5. Kolaborasi yang Solid
Sinergi antara PRM Geluran, Masjid Al-Dakwah, Ortom Ranting, dan jamaah menjadi kekuatan utama. Sosialisasi berjalan lebih luas, dukungan semakin kuat, dan pelaksanaan menjadi lebih ringan karena dikerjakan bersama.
Qurban Hewan Kambing dan Domba Juga Diterima
Tidak hanya sapi, panitia juga membuka layanan qurban untuk kambing dan domba bagi jamaah yang ingin berpartisipasi secara individu. Saat ini tercatat ada 6 partipasi Qurban Kambing dari Mudhohi. Seluruh skema disiapkan dengan prinsip kemudahan dan kesiapan pelaksanaan.
Totalitas Melayani Para Pengqurban
Panitia juga menyampaikan bahwa penerimaan peserta qurban akan ditutup menyesuaikan dengan kesiapan panitia, agar pelaksanaan tetap optimal dan terjaga kualitasnya.
Ketua Panitia Qurban 2026, Ghozi Naufal Qois, menyampaikan, “Alhamdulillah, ini hasil dari proses bersama. Kami terus memperbaiki layanan dan komunikasi agar pelaksanaan qurban lebih rapi, memudahkan jamaah, dan memberi manfaat yang lebih luas. Saat ini kuota masih terbuka, semoga segera terpenuhi.” ungkapnya.
Dengan tren yang ada, panitia optimis seluruh kuota qurban tahun ini dapat segera terpenuhi. Kesempatan masih terbuka, khususnya untuk melengkapi sapi ke-13 yang tersisa dua peserta lagi.


