Simpan Sekarang Kembali

Berdasarkan KGHT, 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026

Berdasarkan KGHT, 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni

KabarMu m- 1 Muharram 1448 Hijriah berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan hari libur nasional sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Datangnya Tahun Baru Hijriah selalu menjadi momentum penting bagi umat Islam. Namun di Indonesia, pergantian tahun Islam sering kali disertai berbagai pemahaman yang bercampur antara ajaran agama, budaya, hingga mitos yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna 1 Muharram secara utuh berdasarkan ajaran Islam.

Mengenal 1 Muharram sebagai Awal Tahun Hijriah

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Penanggalan Islam ini mulai digunakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab dengan menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal perhitungan tahun Islam.

Hijrah sendiri bukan hanya bermakna perpindahan tempat, tetapi juga menjadi simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bertakwa, dan lebih bermanfaat. Karena itu, pergantian tahun Hijriah selalu identik dengan semangat muhasabah atau evaluasi diri untuk meningkatkan kualitas keimanan dan amal saleh.

Apa Itu Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)?

Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT merupakan sistem kalender Islam global yang dikembangkan Muhammadiyah sebagai ikhtiar menghadirkan satu kalender Hijriah yang berlaku bagi seluruh dunia.

Melalui konsep ini, seluruh umat Islam di berbagai negara diharapkan memiliki tanggal Hijriah yang sama sehingga pelaksanaan ibadah yang berkaitan dengan kalender Islam dapat berlangsung lebih seragam. Selain memberikan kepastian penanggalan jauh hari sebelumnya, KHGT juga diharapkan menjadi langkah menuju persatuan umat dalam tata waktu Islam.

Penetapan 1 Muharram 1448 Hijriah pada Selasa, 16 Juni 2026 merupakan bagian dari implementasi kalender tersebut.

Perbedaan 1 Muharram dan 1 Suro yang Sering Disalahpahami

Masih banyak masyarakat yang menganggap 1 Muharram sama dengan 1 Suro. Padahal keduanya berasal dari sistem penanggalan yang berbeda.

1 Muharram merupakan awal tahun dalam kalender Hijriah yang menjadi bagian dari syariat Islam. Sementara itu, 1 Suro adalah awal tahun dalam Kalender Jawa yang disusun pada masa Sultan Agung Mataram dengan mengadopsi sistem perhitungan bulan dari kalender Hijriah, tetapi tetap mempertahankan unsur budaya Jawa.

Karena berasal dari sistem yang berbeda, maka berbagai tradisi yang berkembang pada malam 1 Suro tidak dapat dianggap sebagai bagian dari ajaran Islam. Islam hanya mengajarkan amalan-amalan yang memiliki dasar dari Al-Qur’an dan sunah Rasulullah.

Benarkah Malam 1 Suro Dianggap Keramat?

Setiap memasuki bulan Muharram, masyarakat kerap dihadapkan pada berbagai kepercayaan mengenai malam 1 Suro. Ada yang meyakini malam tersebut sebagai waktu yang keramat, tidak boleh mengadakan pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, bahkan harus melakukan ritual tertentu agar terhindar dari kesialan.

Dalam ajaran Islam, tidak terdapat dalil yang menetapkan keyakinan tersebut. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengajarkan adanya malam yang membawa kesialan ataupun keberuntungan tertentu selain yang dijelaskan dalam syariat.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi keyakinan yang bersifat tahayul, khurafat, maupun tathayyur atau anggapan sial yang tidak memiliki landasan agama.

Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebajikan.

Keutamaan Muharram juga dijelaskan dalam berbagai hadis, salah satunya mengenai puasa sunnah pada bulan Muharram yang memiliki keutamaan besar setelah puasa Ramadan. Karena itu, datangnya bulan Muharram menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram

Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan ketika memasuki Tahun Baru Hijriah. Namun, bulan Muharram merupakan waktu yang sangat baik untuk memperbanyak amal saleh.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, berdzikir, bersedekah, mempererat silaturahmi, serta melakukan muhasabah atas perjalanan hidup selama setahun terakhir. Selain itu, puasa sunnah pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau Tasua dan Asyura juga menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Momentum pergantian tahun juga dapat dijadikan kesempatan untuk memperbarui niat, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan komitmen dalam menjalankan ajaran Islam.

Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum Persatuan Umat

Selain menjadi awal pergantian tahun, 1 Muharram juga menjadi pengingat bahwa umat Islam masih memiliki pekerjaan besar dalam mewujudkan kesatuan kalender Islam. Selama ini, perbedaan penetapan awal bulan Hijriah masih sering terjadi di berbagai negara.

Melalui pengembangan Kalender Hijriah Global Tunggal, Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk membangun kesatuan tata waktu Islam sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan persatuan umat di tingkat global.

Kesatuan kalender bukan sekadar persoalan teknis penanggalan, melainkan juga menjadi simbol penting bahwa umat Islam dapat memiliki pedoman waktu yang sama dalam menjalankan berbagai ibadah dan aktivitas keagamaan.

Penutup

Pergantian 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 hendaknya tidak hanya dipandang sebagai pergantian angka dalam kalender. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ajakan bagi setiap muslim untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, memperkuat keimanan, serta meninggalkan berbagai mitos yang tidak memiliki dasar syariat.

Dengan memahami makna Muharram secara benar serta mendukung upaya penyatuan kalender Islam melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), diharapkan umat Islam dapat menyambut Tahun Baru Hijriah dengan semangat persatuan, kemajuan, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Share:
QIU QIU
Qiu Qiu
Rajapkv
DIVAQQ
Slot Gacor 777